Bazar UMKM Musrenbang Karawang Gunakan Sistem Voucher, 20 Tenant Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

KARAWANG — Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Kabupaten Karawang menghadirkan inovasi menarik dengan menggelar bazar UMKM berbasis sistem voucher sebagai pengganti konsumsi peserta. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Karawang tersebut menghadirkan kolaborasi lintas perangkat daerah yang dinilai efektif dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Karawang, H. Dindin Rachmadhy, S.Sos., M.M, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari H. Aep Syaepuloh guna memperkuat ekonomi pelaku UMKM di daerah.

“Bupati menginginkan adanya kolaborasi. Dalam hal ini Bappeda berkolaborasi dengan kami agar konsumsi kegiatan tidak lagi berupa snack box, tetapi diganti dengan produk UMKM,” ujarnya.

Voucher Gantikan Snack Box

Dalam pelaksanaannya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karawang menyiapkan voucher yang dibagikan kepada seluruh peserta Musrenbang. Voucher tersebut kemudian digunakan untuk membeli berbagai produk UMKM yang tersedia di lokasi bazar.

Tidak seperti kegiatan sebelumnya, setiap meja peserta tidak lagi disediakan snack box. Sebagai gantinya, peserta secara langsung mengambil makanan atau minuman dari tenant UMKM menggunakan voucher yang telah dibagikan panitia.

Seluruh mekanisme pelaksanaan, mulai dari distribusi hingga rekapitulasi nilai voucher, dikelola sepenuhnya oleh Bappeda Kabupaten Karawang.

20 Tenant UMKM Ramaikan Bazar

Sebanyak 20 tenant UMKM turut meramaikan bazar yang digelar di area halaman Pemda Karawang, tepatnya di sisi depan dan samping masjid. Jumlah tenant tersebut disesuaikan dengan keterbatasan lokasi, mengingat sebagian area digunakan sebagai tempat parkir kendaraan peserta.

Beragam produk UMKM ditawarkan kepada peserta dan pengunjung, mulai dari minuman seperti kopi, jeruk, dan kelapa, hingga makanan olahan seperti pindang duri lunak, ikan nila, lele, kerupuk tulang ikan, ranginang, akar kelapa, serta makanan berat seperti siomay dan berbagai hidangan lainnya.

Untuk menjaga keberagaman produk, panitia memastikan tidak ada tenant yang menjual jenis makanan atau minuman yang sama, sehingga seluruh pelaku UMKM mendapatkan peluang penjualan yang merata.

Dorong Penjualan Pelaku UMKM

Program bazar berbasis voucher ini dinilai efektif dalam meningkatkan penjualan pelaku UMKM. Setiap peserta Musrenbang secara langsung melakukan transaksi menggunakan voucher yang telah disediakan, sehingga perputaran ekonomi dapat terjadi secara cepat dan terukur.

Selain peserta undangan, masyarakat umum juga diperbolehkan melakukan transaksi secara tunai di area bazar, sehingga peluang penjualan semakin terbuka luas.

Namun demikian, terkait total omzet penjualan, pihak penyelenggara masih menunggu rekapitulasi resmi dari Bappeda Kabupaten Karawang.

“Untuk omzet masih belum bisa dipastikan, karena laporan lengkapnya belum masuk,” jelasnya.

Kolaborasi dengan Pameran Teknologi

Selain bazar UMKM, kegiatan Musrenbang juga diramaikan dengan pameran pembangunan dan inovasi teknologi. Salah satu yang menarik perhatian peserta adalah kendaraan hybrid hasil karya siswa SMK Telagasari.

Kehadiran berbagai kegiatan tersebut menjadikan Musrenbang Kabupaten Karawang tidak hanya sebagai forum perencanaan pembangunan, tetapi juga sebagai ajang promosi inovasi, kreativitas generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi lokal secara nyata.

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kolaborasi antar perangkat daerah dapat terus ditingkatkan, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis : Arief Rachman