Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Karawang, mendorong Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu stunting untuk semakin aktif dalam membantu percepatan penanganan stunting di wilayah Karawang.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan DPPKB Karawang adalah dengan menghadirkan Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas melakukan pendampingan secara langsung kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Saat ini, Kabupaten Karawang memiliki 5.673 kader TPK yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Para kader tersebut secara aktif melakukan pendampingan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS), yang meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, serta balita.
Dalam pelaksanaan pendampingan, kader TPK melakukan pemantauan kondisi keluarga sekaligus mengumpulkan data yang kemudian diinput ke dalam Aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil). Aplikasi tersebut menjadi instrumen penting sebagai dasar pengukuran, evaluasi, dan pengambilan kebijakan dalam percepatan penanganan stunting.
Melalui aplikasi ELSIMIL, pemerintah dapat memetakan kondisi keluarga secara lebih akurat, sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih tepat sasaran dan efektif dalam mencegah munculnya kasus stunting baru.
Untuk mendukung operasional di lapangan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) memberikan dukungan kepada seluruh kader TPK berupa bantuan pulsa sebesar Rp100 ribu per bulan. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung aktivitas pendampingan, pelaporan, serta koordinasi kader di lapangan.
Selain itu, dalam rangka mempercepat penanganan stunting, kader TPK bersama Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) juga diarahkan untuk mendukung program Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, khususnya dalam pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal di Posyandu.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari strategi terpadu Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menekan angka stunting sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru di masyarakat.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Karawang. Ia berharap melalui sinergi antara DPPKB, Dinas Kesehatan, kader TPK, serta seluruh pemangku kepentingan, angka stunting di Karawang dapat terus menurun secara signifikan.
"Melalui pendampingan yang intensif dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya percepatan penanganan stunting dapat berjalan optimal dan mampu meminimalisir stunting baru di Kabupaten Karawang," demikian harapnya.
Penulis : Arief Rachman
