Sidak Mendadak di Gudang Bulog Karawang, Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman dan Berkualitas

KARAWANG — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Genesis di Kelurahan Tunggakjati, Kabupaten Karawang, Kamis (23/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan serta kualitas cadangan pangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Langkah strategis tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi potensi gangguan pasokan pangan sekaligus memastikan distribusi beras berjalan optimal di berbagai wilayah. Dalam sidak tersebut, Menteri Pertanian meninjau langsung kondisi beras di gudang, termasuk mengecek kualitas dan kuantitas stok secara menyeluruh.

Kegiatan ini turut dikawal oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang. Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto, hadir langsung mendampingi Menteri Pertanian. Kehadiran TNI dalam pengawasan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya di Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di Indonesia.

Selain itu, sidak juga dihadiri Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, serta sejumlah akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, dan Universitas Hasanuddin. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan pangan nasional.

Dalam keterangannya, Dandim Letkol Inf Naryanto menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan pangan. Ia menyebut stabilitas stok di gudang Bulog memiliki peran vital dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah terus diperkuat guna memastikan distribusi dan penyimpanan pangan berjalan aman serta tepat sasaran.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Gudang Bulog Genesis memiliki kapasitas total mencapai 102.533 ton, dengan stok beras yang tersedia saat ini sebesar 80.648 ton. Kondisi tersebut menunjukkan cadangan pangan masih berada dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan regional.

Sementara itu, capaian serapan gabah sepanjang tahun 2026 tercatat mencapai 70.272 ton. Angka ini mencerminkan koordinasi yang efektif antara petani, pihak penyerap di lapangan, dan Bulog dalam menjaga keseimbangan pasokan pangan nasional. Adapun kapasitas gudang dari D1 hingga D5 mencapai 10.197 ton.

Keberhasilan serapan gabah ini tidak terlepas dari peran aktif petani serta dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi. Sebagai daerah sentra produksi padi, Karawang memiliki kontribusi besar dalam menopang ketahanan pangan nasional.

Selama kegiatan berlangsung, pengamanan wilayah dilakukan secara menyeluruh oleh jajaran Koramil 0401/Kota dan Polsek Kota. Babinsa Kelurahan Tunggakjati, Sertu Sugiyanto, turut melakukan monitoring langsung guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan.

Sidak kemudian ditutup dengan konferensi pers bersama media nasional dan lokal. Pemerintah menyampaikan secara terbuka kondisi stok pangan sebagai bentuk transparansi kepada publik. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian bahwa cadangan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Melalui keterbukaan informasi tersebut, pemerintah berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya menjaga stabilitas pangan nasional di tengah dinamika kebutuhan yang terus berkembang.

Penulis : Arief Rachman