Di Balik Dinding Hangus di Telagasari, Asa Nenek Tasih Kembali Tumbuh Lewat Program Rulahu

Karawang – Sisa-sisa kebakaran masih menyisakan duka mendalam di Dusun Rawasari RT 006/002, Desa Talagamulya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Selasa (5/5/2026). Dinding rumah yang menghitam dan rangka atap yang nyaris tak tersisa menjadi gambaran nyata musibah yang menimpa Nenek Tasih (70).

Rumah sederhana itu sebelumnya menjadi tempat berteduh bagi Nenek Tasih bersama anaknya, Heni—seorang ibu tunggal—serta dua orang cucunya. Namun sejak kebakaran terjadi, mereka terpaksa menjalani hari-hari dalam keterbatasan, tanpa hunian yang layak, sembari berharap adanya bantuan untuk memulai kembali kehidupan.

Harapan tersebut mulai menemukan titik terang saat Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, turun langsung meninjau lokasi kejadian. Dalam kunjungannya, ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang akan memberikan bantuan melalui program Rumah Layak Huni (Rulahu) guna membangun kembali rumah yang hangus terbakar.

“Program ini kami hadirkan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kita pastikan tepat sasaran, dan Ibu Tasih menjadi salah satu yang harus segera dibantu,” ujar Bupati di sela peninjauan.

Bagi keluarga Nenek Tasih, bantuan tersebut bukan hanya sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga menjadi simbol kepastian dan harapan baru untuk melanjutkan kehidupan. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi titik balik bagi keluarga kecil ini untuk bangkit dari keterpurukan.

Program Rulahu sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang dalam upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen menghadirkan tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah keterbatasan yang sempat membelenggu, kebijakan tersebut kini menghadirkan arti besar. Di atas lahan yang sama, tempat kenangan pahit itu terjadi, perlahan akan berdiri kembali sebuah rumah bukan sekadar bangunan, melainkan ruang baru untuk menata masa depan dan menumbuhkan harapan yang sempat padam.

Penulis : Arief Rachman