KARAWANG – Semangat pelestarian seni budaya Sunda kembali bergema melalui penyelenggaraan Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa yang berlangsung meriah di GOR Panatayudha, Jalan Ahmad Yani By Pass, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Sabtu (11/7/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang H.Waya, Kapolsek Karawang Kota, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Sri Rahayu Agustina, pejabat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), serta tamu undangan lainnya.
Ajang bergengsi ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan berbagai sanggar seni dari Jawa Barat dan Banten. Para peserta yang berhasil lolos dari tahap penyisihan akhirnya tampil pada malam grand final untuk memperebutkan gelar terbaik dalam Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa.
Ketua Umum Lodaya, Nace Permana, menjelaskan bahwa festival tersebut merupakan agenda rutin sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi seni jaipongan sekaligus memperkenalkan karya-karya baru yang berakar pada sejarah dan budaya Karawang.
"Tahun ini kami memperkenalkan lagu baru berjudul Singaperbangsa. Lagu ini menjadi momentum untuk mengenang jasa Singaperbangsa sebagai Bupati pertama Kabupaten Karawang. Kami ingin sejarah daerah dapat dikenalkan melalui karya seni yang dekat dengan masyarakat," ujarnya.
Menurut Nace, proses penyelenggaraan festival dimulai sekitar tiga bulan lalu melalui tahapan seleksi yang diikuti sanggar-sanggar seni dari berbagai daerah di Jawa Barat. Setelah melewati proses penjurian, para finalis terbaik akhirnya tampil pada malam grand final.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari sponsor, panitia, pemerintah daerah hingga para peserta yang datang dari berbagai wilayah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara dan para peserta yang telah datang jauh-jauh ke Karawang. Berkat kebersamaan semua pihak, Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa dapat berlangsung dengan baik dan sukses," katanya.
Nace menambahkan, lagu Singaperbangsa merupakan karya terbaru setelah sebelumnya Lodaya melahirkan sejumlah lagu bertema budaya pada tahun 2019. Melalui karya terbaru ini, pihaknya berharap seni tradisi terus berkembang tanpa meninggalkan nilai sejarah daerah.
Lebih jauh, ia berharap festival tersebut mampu meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya Sunda. Pasanggiri dibuka untuk kategori anak maupun dewasa sehingga menjadi ruang pembinaan sekaligus regenerasi bagi para pelaku seni.
"Harapan kami, seluruh pelajar dan generasi muda di Jawa Barat semakin mencintai seni budaya daerah. Festival ini menjadi wadah bagi mereka untuk berkarya, berprestasi, sekaligus melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa," tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa, Karawang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu daerah yang konsisten menjaga dan mengembangkan seni budaya tradisional. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda budaya yang terus berkelanjutan sekaligus mampu melahirkan generasi penerus seni jaipongan yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap budaya Sunda.
Penulis : Arief Rachman
