KARAWANG – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karawang Barat terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya melalui layanan administrasi keagamaan, tetapi juga dengan meningkatkan edukasi kepada generasi muda. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pelaksanaan program Bimbingan Perkawinan Usia Sekolah (BRUS) yang menyasar para pelajar di tingkat SMA sebagai upaya pencegahan perkawinan usia dini sekaligus penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
Kepala KUA Kecamatan Karawang Barat, H. Hamid Dulmajid, S.H.I., M.M., saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (24/7/2026), menjelaskan bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan sepanjang pekan sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KUA dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pada Senin (20/7/2026), KUA Karawang Barat telah melaksanakan pengesahan Akta Ikrar Wakaf (AIW) beserta pengesahan nazhir, yaitu pihak yang diberi amanah untuk mengelola harta benda wakaf sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Selain memberikan pelayanan legalisasi perkawinan, kami juga melaksanakan pengesahan Akta Ikrar Wakaf dan pengesahan nazhir. Semua itu merupakan bagian dari pelayanan administrasi keagamaan yang menjadi tanggung jawab KUA," ujar Hamid.
Selain pelayanan administrasi, KUA juga menjalankan program pembinaan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar melalui kegiatan BRUS. Program tersebut merupakan kebijakan Kementerian Agama yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
Hamid menjelaskan, sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah sekolah, termasuk SMA Negeri 5 Karawang pada 8 Juli 2026. Selanjutnya, kegiatan BRUS digelar di SMA Negeri 1 Karawang pada Rabu (22/7/2026).
Ia mengungkapkan bahwa para siswa dan siswi menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan yang bermanfaat mengenai kehidupan berkeluarga serta risiko perkawinan usia dini.
"Alhamdulillah, para siswa menyambut dengan antusias. Mereka membutuhkan pembekalan mengenai dampak positif maupun negatif perkawinan dini agar memiliki kesiapan dalam merencanakan masa depan secara matang," katanya.
Dalam kegiatan BRUS, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai perencanaan perkawinan, tetapi juga dibekali pemahaman tentang moderasi beragama sebagai salah satu upaya membangun karakter generasi muda yang toleran dan cinta tanah air.
Hamid menjelaskan, moderasi beragama memiliki empat indikator utama, yaitu komitmen terhadap kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, serta penghargaan terhadap budaya lokal.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting ditanamkan sejak dini agar para pelajar tidak mudah terpengaruh paham-paham ekstrem maupun radikal yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan semangat persatuan bangsa.
"Kami ingin para siswa memiliki cara berpikir yang moderat, tidak merasa kelompoknya paling benar, tidak eksklusif, dan mampu menghargai perbedaan. Moderasi beragama menjadi benteng agar generasi muda terhindar dari paham radikal maupun tindakan kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka," tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai fenomena yang terjadi di sejumlah daerah menjadi pelajaran penting bahwa pembinaan kepada generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.
Karena itu, KUA Karawang Barat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program BRUS melalui kerja sama dengan satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memahami nilai-nilai keagamaan secara moderat.
Selain program BRUS, KUA Karawang Barat juga secara rutin menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi calon pengantin sebanyak dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis. Program tersebut bertujuan membekali calon pasangan suami istri dengan pengetahuan mengenai kehidupan rumah tangga, hak dan kewajiban pasangan, kesehatan keluarga, hingga penguatan ketahanan keluarga.
Melalui berbagai program pelayanan dan pembinaan tersebut, KUA Kecamatan Karawang Barat berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun masyarakat yang religius, harmonis, serta memiliki ketahanan keluarga yang kuat.
Penulis : Arief Rachman
