MPLS Ramah di SMPN 2 Karawang Barat Diikuti 440 Siswa Baru, Utamakan Pendidikan Karakter, Zero Bullying, dan Kolaborasi Orang Tua

Karawang – SMP Negeri 2 Karawang Barat melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengedepankan pendidikan karakter, lingkungan belajar yang aman, serta penguatan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sebanyak 440 siswa kelas VII mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 15–21 Juli 2026 sesuai kuota penerimaan peserta didik baru.

Kepala SMP Negeri 2 Karawang Barat, Drs. Ciptono, M.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2025 tentang MPLS Ramah beserta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

"Hari ini kegiatan MPLS diisi dengan materi ceramah. Besok merupakan hari terakhir dengan agenda demonstrasi ekstrakurikuler sebagai wadah bagi peserta didik baru untuk mengenal sekaligus memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya," ujar Ciptono saat ditemui di SMP Negeri 2 Karawang Barat, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelum MPLS dimulai, sekolah telah melaksanakan pra-MPLS dan sosialisasi kepada orang tua pada 14 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan agar orang tua memahami konsep MPLS Ramah sekaligus memperkuat kemitraan dalam mendukung pendidikan anak.

Menurut Ciptono, pendidikan yang berhasil tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan hasil kolaborasi tiga pilar utama, yaitu sekolah, orang tua, dan masyarakat.

"Kami menyambut hangat para orang tua sebagai bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Karawang Barat. Anak-anak membutuhkan ekosistem yang mendukung agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, bukan hanya sekolah yang baik," katanya.

Pendidikan Karakter Jadi Fokus Utama

Berbeda dengan pelaksanaan MPLS pada tahun-tahun sebelumnya, MPLS Ramah tahun ini lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.

Materi yang diberikan meliputi penguatan Tujuh Pembiasaan Anak Indonesia Hebat, pendidikan karakter, literasi, numerasi, pencegahan kekerasan di sekolah, pengenalan kurikulum, budaya sekolah, hingga pengembangan kesehatan mental peserta didik.

Selain itu, sekolah juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap keberagaman agar siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif.

"Inti dari MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah secara menyeluruh. Bukan hanya mengenalkan gedung sekolah, tetapi juga mengenalkan guru, teman-teman baru, budaya sekolah, tata tertib, serta seluruh keluarga besar sekolah sehingga peserta didik merasa nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran," jelasnya.

Zero Bullying dan Inklusif

Dalam pelaksanaannya, SMP Negeri 2 Karawang Barat menerapkan prinsip Zero Bullying atau anti-perundungan.

Seluruh kegiatan dirancang bersifat edukatif, ramah anak, dan inklusif, sehingga tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap peserta didik berdasarkan latar belakang apa pun.

Materi juga mencakup pendidikan kesetaraan, inklusi, pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, literasi digital, penggunaan media sosial secara bijak, hingga edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Rangkaian Kegiatan Selama Lima Hari

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan yang telah disusun secara sistematis.

Hari pertama mengusung tema "Aku dan Sekolah Baru", diawali dengan upacara bendera, pengenalan warga sekolah, serta penumbuhan karakter dasar Anak Indonesia Hebat.

Hari kedua bertema "Pagi Ceria dan Adaptasi", yang diisi dengan kegiatan senam, aktivitas kebugaran ringan, dan membangun interaksi positif antar peserta didik.

Hari ketiga difokuskan pada identifikasi potensi diri, asesmen diagnostik, literasi, numerasi, pemetaan minat dan bakat, serta edukasi literasi digital dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Hari keempat mengangkat tema "Sahabat Hebat dan Kesehatan Mental", yang berisi pendidikan empati, pengenalan budaya lokal dan budaya sekolah, serta motivasi belajar melalui pengenalan kurikulum nasional.

Sedangkan hari kelima menjadi puncak kegiatan berupa unjuk karya, penutupan resmi MPLS, serta demonstrasi berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkenalkan pilihan organisasi dan pengembangan bakat siswa.

Peran Orang Tua Sangat Penting

Dalam sosialisasi kepada orang tua, sekolah juga menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga selama masa MPLS berlangsung.

Beberapa hal yang ditekankan antara lain memastikan anak sarapan sebelum berangkat ke sekolah, memantau kondisi kesehatan fisik maupun psikologis setelah pulang sekolah, serta membiasakan anak mandiri dalam menyiapkan perlengkapan sekolah.

Sekolah juga menegaskan bahwa tidak ada lagi praktik membawa atribut atau perlengkapan yang tidak masuk akal sebagaimana pernah terjadi pada pelaksanaan MPLS di masa lalu.

"Kami ingin MPLS benar-benar menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, aman, dan bermakna. Tidak ada lagi atribut atau tugas yang membebani siswa. Yang kami bangun adalah karakter, rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar sejak hari pertama," tegas Ciptono.

Selama pelaksanaan MPLS, kegiatan berlangsung mulai pukul 06.30 WIB hingga 13.00 WIB setiap harinya.

Mengakhiri keterangannya, Ciptono berharap pelaksanaan MPLS Ramah akan terus disempurnakan dari tahun ke tahun sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, disiplin, peduli terhadap sesama, serta sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan.

Penulis : Arief Rachman