SPBU 34.41325 Tunggak Jati Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Meski Distribusi Solar Terkendala

Karawang – SPBU 34.41325 Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Pertamina, meskipun distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya solar, masih mengalami keterlambatan pasokan.

Hal tersebut disampaikan Admin SPBU Tunggak Jati, Rasam, Kamis (16/07/2026), Pukul 10.30 (WIB), saat memberikan keterangan mengenai kondisi operasional SPBU, pelayanan kepada konsumen, hingga fasilitas umum yang tersedia.

Menurut Rasam, keterlambatan distribusi BBM dipengaruhi oleh kendala pasokan dari terminal distribusi, yang sebelumnya terdampak gangguan operasional di Plumpang dan Balongan. Kondisi tersebut menyebabkan stok solar di SPBU kerap cepat habis.

"Untuk distribusi memang masih ada keterlambatan sehingga terkadang terjadi kekosongan stok, terutama solar," ujarnya.

Ia menjelaskan, kuota solar yang diterima SPBU setiap harinya relatif terbatas, sekitar delapan kiloliter (KL). Sementara itu, permintaan masyarakat sangat tinggi, terutama dari kendaraan angkutan umum dan sektor pertanian.

Selain tingginya kebutuhan masyarakat Karawang, Rasam juga mengungkapkan adanya konsumen dari wilayah perbatasan Bekasi yang turut membeli solar di SPBU Karawang sehingga kuota solar lebih cepat habis.

"Akibatnya, petani di Karawang terkadang tidak kebagian karena kuota lebih dulu terserap oleh konsumen dari luar daerah," jelasnya.

Sementara untuk BBM jenis Pertalite, Rasam memastikan stok masih dalam kondisi aman. Namun, pihak SPBU menerapkan pembatasan pengisian bagi kendaraan tertentu sebagai langkah pemerataan distribusi.

"Kami lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat, terutama pekerja dan kendaraan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk motor besar kami batasi maksimal lima liter," katanya.

Adapun stok Pertamax dinilai relatif aman karena merupakan BBM nonsubsidi dengan tingkat konsumsi yang tidak setinggi Pertalite.

Dalam aspek pelayanan, Rasam menegaskan seluruh petugas SPBU bekerja sesuai SOP Pertamina. Petugas diwajibkan memberikan pelayanan kepada seluruh konsumen tanpa diskriminasi selama transaksi memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Kami mengikuti arahan Pertamina. Petugas wajib melayani konsumen sesuai prosedur yang telah ditetapkan," ujarnya.

Dari sisi keamanan, SPBU menyiagakan dua personel keamanan yang bertugas secara bergantian untuk siang dan malam hari. Hingga kini, operasional SPBU berlangsung kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.

Untuk menjaga kebersihan area pelayanan, pihak SPBU juga menempatkan dua petugas kebersihan yang bekerja secara bergiliran, termasuk pada akhir pekan.

Selain menyediakan layanan pengisian BBM, SPBU Tunggak Jati juga melengkapi fasilitas umum berupa empat unit toilet yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. Pengunjung juga dapat memanfaatkan mushala yang telah dilengkapi sarung, sajadah, dan mukena.

Rasam menegaskan bahwa penggunaan toilet tidak dipungut biaya. Kotak donasi yang tersedia hanya bersifat sukarela dan digunakan untuk membantu kebutuhan perawatan kebersihan fasilitas.

"Toilet gratis. Kalau ada masyarakat yang ingin memberikan donasi untuk kebersihan, sifatnya sukarela dan tidak diwajibkan," tegasnya.

SPBU yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat tersebut juga menyediakan area parkir gratis bagi masyarakat selama tidak mengganggu aktivitas operasional maupun pengguna fasilitas lainnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, manajemen SPBU 34.41325 Tunggak Jati berharap pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meskipun masih menghadapi tantangan keterbatasan pasokan BBM bersubsidi.

Penulis : Arief Rachman