Milangkala ke-12, SMAN 6 Karawang Teguhkan Semangat “Ramah dan Asik” untuk Generasi Berprestasi

KARAWANG – SMA Negeri 6 Karawang memperingati hari ulang tahun atau Milangkala ke-12 pada Kamis (20/8/2026). Momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan sekolah sejak awal dirintis pada 2014 sekaligus ruang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas dan meneguhkan kebersamaan.

Peringatan Milangkala ke-12 SMAN 6 Karawang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Rangkaian kegiatan diawali sekitar pukul 07.30 WIB dengan agenda seremonial yang meliputi pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu SMAN 6 Karawang, sambutan sejumlah tamu undangan, serta penampilan seni para siswa.

Kepala SMAN 6 Karawang, Nani Roslinda, S.Pd., M.Pd., mengatakan peringatan tersebut merupakan momentum penting bagi keluarga besar sekolah untuk mengenang perjalanan 12 tahun sekaligus menatap masa depan dengan semangat baru.

“Ini dalam rangka hari ulang tahun. Kalau istilahnya milangkala, sekarang Milangkala ke-12. Jadi SMA 6 Karawang ini sudah berusia 12 tahun,” kata Nani.

Sejumlah unsur pemerintahan dan lingkungan pendidikan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Kelurahan setempat, perwakilan Kecamatan Karawang Barat yang diwakili Sekretaris Camat, serta kepala sekolah dari lingkungan sekitar.

Sementara itu, pihak sekolah sebelumnya berencana mengundang Kepala Cabang Dinas Pendidikan. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana karena pada waktu bersamaan terdapat kegiatan lain berupa perlombaan Agustusan yang melibatkan para kepala sekolah.

Napak Tilas Sejarah Berdirinya SMAN 6 Karawang

Milangkala ke-12 juga menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah berdirinya SMAN 6 Karawang. Dalam kegiatan pagi, sejarah tersebut turut disampaikan oleh Dedi Supriadi, MM, yang merupakan kepala sekolah pertama SMAN 6 Karawang.

Nani mengaku dirinya masih tergolong baru memimpin sekolah tersebut. Ia mulai menjabat pada 2025 dan hingga Agustus 2026 telah sekitar sepuluh bulan menjalankan amanah sebagai kepala sekolah.

Karena itu, penjelasan dari kepala sekolah pertama menjadi bagian penting untuk mengenang perjalanan awal sekolah.

SMAN 6 Karawang mulai dirintis pada 2014. Pada masa awal, kegiatan pendidikan masih berlangsung dengan memanfaatkan lingkungan SMAN 3 Karawang. Setelah sekitar dua tahun, dilakukan upaya mencari lahan untuk pengembangan sekolah hingga akhirnya berdiri di lokasi yang digunakan saat ini.

Bangunan awal sekolah masih sederhana dengan jumlah ruang kelas yang terbatas. Pengembangan sarana prasarana dilakukan secara bertahap. Pada 2015, pembangunan kembali dilakukan dengan penambahan dua ruang kelas.

Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga pada 2021 SMAN 6 Karawang menjadi bagian dari program Sekolah Penggerak. Dukungan pemerintah melalui berbagai bantuan turut mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Dulu bangunannya hanya beberapa kelas. Tahun 2015 dibangun lagi dua kelas. Kemudian berkembang sampai 2021 menjadi Sekolah Penggerak. Bantuan-bantuan dari pemerintah juga banyak,” ungkap Nani.

Menurutnya, pihak sekolah akan terus menjalankan berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Yang penting kita mengikuti aturan pemerintah,” katanya.

Angklung, Tari dan Seni Modern Warnai Milangkala

Selain seremoni, peringatan Milangkala ke-12 SMAN 6 Karawang juga menjadi panggung kreativitas siswa. Pada pagi hari, para siswa menampilkan kesenian tradisional berupa tari dan angklung.

Memasuki sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan seni modern. Konsep tersebut memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas dan jiwa muda melalui berbagai penampilan.

“Pagi tadi ada tari-tarian anak-anak, kemudian angklung. Sekarang dilanjutkan dengan seni modern. Ini acara bebas yang mereka mau untuk mengekspresikan jiwa mudanya,” ujar Nani.

Kehadiran berbagai pertunjukan seni tersebut menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya memberikan perhatian terhadap kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas dan ekspresi peserta didik.

“Ramah dan Asik” Jadi Identitas Sekolah

Nani berharap memasuki usia ke-12, SMAN 6 Karawang dapat terus berkembang sebagai sekolah yang nyaman, terbuka dan dekat dengan lingkungan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya mempertahankan semangat “Ramah dan Asik” sebagai bagian dari karakter sekolah.

“Harapannya semoga SMA ini tetap baik, ramah. Seperti yang saya katakan, semboyan kita itu ‘Ramah dan Asik’,” tuturnya.

Semangat tersebut juga tercermin dari keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam kegiatan Milangkala. Sejumlah pedagang diberikan ruang untuk berjualan di lingkungan sekolah selama kegiatan berlangsung.

Menurut Nani, pola tersebut merupakan kebiasaan yang telah berlangsung dalam kegiatan-kegiatan sekolah sebelumnya. Para pedagang dapat berjualan, sementara kontribusi yang diberikan turut membantu mendukung kebutuhan kegiatan.

“Ini sebenarnya kebiasaan dari kegiatan-kegiatan yang lama. Mereka bekerja sama dengan Indomaret dan para penjual. Mereka jualan di sini, kemudian memberikan sumbangan untuk kegiatan,” jelasnya.

Sekolah Kondusif, Kepala Sekolah Sampaikan Harapan

Selama sekitar sepuluh bulan memimpin SMAN 6 Karawang, Nani bersyukur kondisi sekolah berjalan aman, tenteram dan kondusif.

“Selama saya menjabat di sini, alhamdulillah kondisi aman, tenteram dan semuanya baik-baik saja,” katanya.

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui sinergi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua serta masyarakat.

Menutup momentum Milangkala ke-12, Nani menyampaikan doa dan harapan agar SMAN 6 Karawang semakin maju dan sukses.

“Semoga SMA 6 Karawang di umur 12 ini bisa lebih maju lagi, bisa lebih sukses lagi. Saya berharap guru-gurunya sehat semua, anak-anaknya juga sehat semua dan sejahtera, serta bisa diridai Allah SWT,” pungkasnya.

Milangkala ke-12 SMAN 6 Karawang akhirnya tidak sekadar menjadi perayaan hari jadi. Dua belas tahun perjalanan menjadi catatan penting atas proses panjang sekolah dalam membangun sarana pendidikan, mengembangkan potensi siswa dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Dari sejarah awal yang dirintis pada 2014 hingga berkembang sebagai Sekolah Penggerak, SMAN 6 Karawang kini menatap masa depan dengan semangat baru: Ramah, Asik, berprestasi dan terus bergerak maju mencetak generasi yang berkarakter.

Penulis : Arief Rachman