Sabrina Mutiara, Lulusan Ilmu Komunikasi UNSIKA dengan IPK 3,90: Wisuda Jadi Awal Menapaki Dunia Profesional

KARAWANG – Bagi sebagian mahasiswa, wisuda menjadi simbol berakhirnya perjalanan panjang di perguruan tinggi. Namun bagi Sabrina Mutiara, momentum tersebut justru menjadi awal untuk membawa ilmu, pengalaman, dan potensi yang dibangun selama kuliah menuju dunia profesional.

Sabrina Mutiara, kelahiran Jakarta, 14 Januari 2004, merupakan lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Ia menempuh pendidikan jenjang S1 dan tercatat mulai menjalani perkuliahan pada 2022.

Perjalanan akademiknya ditutup dengan capaian membanggakan. Sabrina berhasil meraih IPK 3,90 dengan predikat Dengan Pujian, sebuah pencapaian yang menjadi buah dari proses panjang selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Perkuliahan Membentuk Pengalaman dan Potensi Diri

Bagi Sabrina, menjadi mahasiswa UNSIKA memberikan pengalaman yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas.

Ia menilai masa perkuliahan menjadi fase transisi penting dari kehidupan sebagai siswa menuju mahasiswa. Perubahan tersebut membuatnya memperoleh banyak cerita, pengalaman, sekaligus kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan potensi dirinya.

“Selama kuliah benar-benar membangun pengalaman yang beragam dan sangat bervariatif. Perpindahan dari siswa menjadi mahasiswa merupakan pengalaman yang membangun banyak cerita dan potensi diri,” ujar Sabrina.

Menurutnya, proses tersebut tidak hanya terbentuk dari pembelajaran akademik, tetapi juga melalui hubungan pertemanan dan lingkungan kampus yang suportif.

Selama menjadi mahasiswa, Sabrina juga terlibat dalam sejumlah kegiatan, seperti berbagai project kelas, event, serta aktivitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Beragam kegiatan itu menjadi ruang bagi dirinya untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus belajar beradaptasi dengan lingkungan yang lebih luas.

Tiga Mata Kuliah yang Paling Berkesan

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Sabrina memiliki ketertarikan terhadap sejumlah mata kuliah yang menurutnya memberikan pengalaman belajar menarik.

Tiga mata kuliah yang paling disukainya adalah Sinematografi, Jurnalistik, dan Komunikasi Organisasi.

Sabrina juga menyebut sejumlah dosen yang memberikan kesan tersendiri selama masa perkuliahan. Salah satunya Bapak Nurkinan, khususnya dalam mata kuliah Jurnalistik.

Selain itu, ia menyebut Ibu Triwidia pada mata kuliah Teori Komunikasi dan Bapak Zainal Abidin dalam mata kuliah Budaya Populer sebagai dosen yang juga menjadi favoritnya.

Penyesuaian Diri Menjadi Tantangan Terbesar

Di balik capaian akademik yang diraihnya, Sabrina mengakui bahwa perjalanan kuliah memiliki tantangan tersendiri. Salah satu yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa mampu melakukan penyesuaian diri.

Menurutnya, dunia perguruan tinggi memiliki lingkup yang sangat luas. Mahasiswa harus mampu menyeimbangkan kehidupan akademik, pertemanan, serta berbagai aktivitas pengembangan diri.

“Penyesuaian diri mungkin yang paling utama, karena lingkup kuliah itu benar-benar luas dan bagaimana kita bisa menyeimbangkan diri,” katanya.

Namun, Sabrina menekankan bahwa mahasiswa tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti semua kegiatan hanya karena mengikuti lingkungan pertemanan.

Ia mengingatkan agar mahasiswa mengenali minat dan bakat sebelum mengambil keputusan.

“Jangan sampai kita tertarik ikut sesuatu karena teman atau karena terlihat menarik. Kita harus mencari tahu dulu, ke depannya akan berdampak apa untuk kita,” tuturnya.

Menurutnya, setiap aktivitas yang dijalani selama kuliah pada akhirnya akan menjadi bagian dari bekal yang dibawa ketika mahasiswa memasuki kehidupan setelah perguruan tinggi.

Skripsi Mengangkat Representasi Ekspresi Diri Perempuan

Ketertarikan Sabrina terhadap komunikasi dan budaya populer dituangkan dalam tugas akhirnya. Ia mengangkat skripsi berjudul “Representasi Transisi Ekspresi Diri Perempuan pada Korean Group ILLIT dalam MV Not Cute Anymore.”

Tema tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu komunikasi yang diperoleh selama menjalani perkuliahan.

Selain menyelesaikan tugas akademik, Sabrina juga mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibatu, Purwakarta, selama kurang lebih satu bulan.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman tambahan dalam berinteraksi dengan masyarakat sekaligus memperluas perspektif Sabrina di luar lingkungan kampus.

Ingin Jadikan UNSIKA Jembatan Menuju Karier

Setelah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti prosesi wisuda, Sabrina kini bersiap memasuki dunia profesional.

Ia berharap seluruh ilmu, pengalaman, serta pembelajaran yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi modal penting dalam membangun karier.

“Harapannya mudah-mudahan apa yang sudah dipelajari dan saya terima dalam perkuliahan ini bisa menjadi jembatan karier saya untuk di luar sana,” ungkapnya.

Sabrina juga berharap UNSIKA tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu secara akademik, tetapi mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk terus berkembang setelah lulus.

“Semoga UNSIKA bukan cuma tempat saya untuk belajar saja, tapi juga tempat di mana saya bisa membawa sesuatu di luar sana. Mudah-mudahan UNSIKA bisa menjadi jembatan saya untuk mengembangkan diri lebih baik ke depannya, khususnya di dunia kerja,” ujarnya.

Berharap UNSIKA Lebih Mendengar Aspirasi Mahasiswa

Di tengah kebanggaannya menyelesaikan studi dengan predikat Dengan Pujian, Sabrina juga menyampaikan kritik dan saran untuk UNSIKA.

Ia berharap kampus dapat semakin peduli dan responsif terhadap berbagai aspirasi mahasiswa. Menurutnya, suara mahasiswa perlu mendapatkan ruang yang lebih terbuka, bukan sekadar menjadi formalitas.

“Saya berharap UNSIKA bisa lebih peduli dan semakin peduli terhadap aspirasi apa pun dari mahasiswa. Banyak sekali aspirasi mahasiswa yang menurut saya hanya sekadar formalitas,” katanya.

Sabrina berharap setiap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat memperoleh tanggapan dan solusi yang jelas dari pihak internal kampus.

Menurutnya, keterbukaan komunikasi akan membantu membangun hubungan yang lebih sehat antara mahasiswa dan institusi pendidikan.

“Ke depannya UNSIKA bisa lebih merangkul mahasiswa agar UNSIKA juga bisa membangun solidaritas yang lebih baik,” tambahnya.

IPK 3,90, Bekal Membuka Lembaran Baru

Sabrina menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Komunikasi UNSIKA dengan IPK 3,90 dan predikat Dengan Pujian. Ia menyelesaikan studinya tanpa mengikuti program beasiswa.

Capaian tersebut menjadi penutup manis dari perjalanan akademiknya sejak masuk UNSIKA pada 2022. Namun, bagi Sabrina, keberhasilan memperoleh gelar dan predikat akademik bukanlah akhir dari perjalanan.

Wisuda justru menjadi pintu masuk menuju tantangan baru. Ilmu komunikasi, pengalaman dalam berbagai kegiatan, kemampuan beradaptasi, serta proses pengembangan diri selama kuliah menjadi bekal yang akan dibawanya menghadapi dunia profesional.

Dengan semangat untuk terus berkembang, Sabrina Mutiara berharap dapat membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar tentang memperoleh gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu dan pengalaman yang didapat mampu diterjemahkan menjadi karya, profesionalisme, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Dari ruang kelas UNSIKA menuju dunia profesional, Sabrina membawa satu keyakinan: setiap pengalaman selama kuliah akan menjadi bekal untuk menentukan langkah berikutnya.

Penulis : Arief Rachman