Rumah Lansia Tati di Lemahmukti Memprihatinkan, Genteng Bocor dan Lantai Tanah: Berharap Bantuan Rutilahu Pemkab Karawang

KARAWANG – Di tengah berbagai program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, masih terdapat warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi serba terbatas. Salah satunya Tati, warga Dusun Krajan I, Desa Lemahmukti, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, yang hingga kini harus menjalani kehidupan bersama suaminya dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Tati, yang berdasarkan identitas kependudukannya lahir di Karawang pada 20 Juli 1952, kini telah memasuki usia lanjut. Ia tidak lagi memiliki pekerjaan maupun penghasilan tetap. Kondisi serupa juga dialami suaminya yang sudah tidak bekerja dan kerap mengalami sakit-sakitan.

Dalam kesehariannya, pasangan lansia tersebut hanya mengandalkan bantuan dari anak untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk makan sehari-hari.

Keterbatasan ekonomi membuat keduanya tidak mampu memperbaiki kondisi rumah yang selama ini mereka tempati. Rumah sederhana tersebut digambarkan sebagai sebuah gubuk dengan lantai masih berupa tanah dan dinding bilik. Kondisinya semakin memprihatinkan karena sejumlah genteng mengalami kebocoran.

Saat hujan turun, kondisi rumah menjadi persoalan tersendiri bagi pasangan lansia tersebut. Kebocoran pada bagian atap membuat mereka harus bertahan di tengah keterbatasan dengan kondisi tempat tinggal yang belum layak dan membutuhkan perbaikan.

Di tengah usia senja, Tati juga mengaku sering mengalami sakit kepala. Sementara suaminya mengalami kondisi kesehatan yang tidak prima dan sudah tidak mampu bekerja untuk menopang kebutuhan keluarga.

Kondisi tersebut membuat kehidupan pasangan lansia ini sangat bergantung pada kepedulian keluarga, khususnya anak-anak mereka.

Berharap Perhatian Pemerintah

Tati dan suaminya berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tempat tinggal mereka melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Bantuan tersebut dinilai sangat berarti bagi keduanya agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak ditempati, terlebih mereka sudah memasuki usia lanjut dan tidak memiliki penghasilan.

Harapan itu juga menjadi aspirasi agar pemerintah dapat melakukan verifikasi dan pendataan terhadap kondisi rumah secara langsung, sehingga pasangan lansia tersebut berkesempatan memperoleh bantuan sesuai ketentuan program yang berlaku.

Program Rutilahu bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah, terutama warga lansia yang berada dalam kondisi rentan.

Karena itu, kondisi rumah Tati diharapkan dapat menjadi perhatian Bupati Karawang beserta Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya perangkat daerah terkait, agar dapat melihat secara langsung kondisi kehidupan pasangan lansia tersebut.

Di usia senja, Tati dan suaminya tidak lagi berharap banyak. Mereka hanya ingin memiliki rumah yang tidak bocor ketika hujan, lantai yang lebih layak, serta tempat tinggal yang aman untuk menjalani hari-hari mereka.

Harapan sederhana itu kini tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar pasangan lansia tersebut mendapat perhatian dan kesempatan memperoleh bantuan Rutilahu sesuai hasil pendataan dan ketentuan yang berlaku.

Penulis : Arief Rachman