Kelakar Sekda Karawang di Penutupan PKP VI 2026: “Sertifikat Tidak Laku di BJB, tetapi Harus Menghasilkan Perubahan Nyata!”

KARAWANG – Ada pesan menarik di balik kelakar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VI Tahun 2026. Dengan nada humor, ia mengingatkan bahwa sertifikat kelulusan pelatihan tidak memiliki arti apabila ilmu dan kompetensi yang diperoleh tidak mampu diwujudkan menjadi perubahan nyata di lingkungan kerja.

Pesan tersebut disampaikan Asep Aang saat menghadiri penutupan PKP Angkatan VI Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang, Kamis (5/11/2026).

Dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh antusiasme, Sekda memberikan motivasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membuktikan kapasitas kepemimpinan melalui kinerja dan inovasi.

“Diklat ini bukan berakhir sampai di sini. Keberhasilan diklat tidak diukur saat menerima sertifikat, karena sertifikat ini tidak akan laku di BJB,” kelakar Asep Aang yang disambut gelak tawa peserta.

Namun, di balik candaan tersebut, tersimpan pesan serius mengenai pentingnya implementasi hasil pelatihan.

“Tetapi sertifikat ini akan sangat berlaku untuk lingkungan tempat rekan-rekan bekerja nanti,” tegasnya.

30 Peserta Lahirkan 30 Aksi Perubahan

Sebanyak 30 peserta PKP Angkatan VI Tahun 2026 berhasil menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus. Dari proses tersebut, lahir 30 aksi perubahan inovatif yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah.

Sekda menekankan bahwa seluruh aksi perubahan yang telah dirancang dan dipresentasikan selama pelatihan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administrasi ataupun sekadar memenuhi persyaratan kelulusan.

Sebaliknya, setiap inovasi harus dilanjutkan melalui implementasi konkret, evaluasi, dan pengembangan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh organisasi maupun masyarakat.

Menurutnya, pejabat pengawas memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan. Mereka bukan hanya bertanggung jawab menjalankan tugas administratif, tetapi juga dituntut mampu menjadi motor penggerak perubahan, membangun pola kerja yang efektif, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pelayanan publik.

Dorong Birokrasi Inovatif dan Berintegritas

Dalam arahannya, Asep Aang juga mendorong para pejabat pengawas agar memiliki keberanian untuk keluar dari pola kerja konvensional. Inovasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir terbuka menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin dinamis.

Ia mengingatkan bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar. Hal terpenting adalah keberanian mengambil inisiatif, konsistensi dalam pelaksanaan, serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan.

“Jangan kaku saat memulai dan melakukan perubahan. Kita harus berpikir out of the box agar bisa terus berinovasi dengan tetap mengedepankan integritas,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa inovasi dalam birokrasi harus berjalan seiring dengan prinsip integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

PKP Jadi Pijakan Menuju Kepemimpinan Lebih Tinggi

Lebih lanjut, Sekda berharap keberhasilan menyelesaikan PKP Angkatan VI dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas kepemimpinan.

Pengalaman selama pelatihan juga diharapkan menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), sekaligus memperkuat kesiapan aparatur dalam mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, responsif, dan berorientasi pada hasil.

Menutup arahannya, Asep Aang menyampaikan pesan mendalam agar seluruh alumni tidak cepat berpuas diri hanya karena telah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh sertifikat kelulusan.

“Jangan jadikan ilmu sebagai catatan, tetapi sebagai perubahan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Perubahan Nyata Menjadi Ukuran Keberhasilan

Penutupan PKP Angkatan VI Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur, khususnya pada level pengawas.

Lahirnya 30 aksi perubahan dari 30 peserta diharapkan tidak hanya menjadi capaian selama mengikuti pelatihan, tetapi juga menjadi awal dari transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintahan daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah pelatihan kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang lulus maupun sertifikat yang diterima. Ukuran sesungguhnya terletak pada kemampuan para alumninya menerjemahkan ilmu menjadi inovasi, inovasi menjadi kinerja, dan kinerja menjadi pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Sebab, birokrasi yang maju bukan hanya birokrasi yang memiliki aparatur berpendidikan, melainkan birokrasi yang berani berubah, konsisten berinovasi, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis : Arief Rachman