Lestarikan Warisan Budaya Pencak Silat, Pasanggiri PPSI Karawang Diikuti 280 Peserta dari 30 Kecamatan


KARAWANG — Upaya melestarikan dan mengembangkan seni budaya pencak silat tradisional terus dilakukan di Kabupaten Karawang. Salah satunya melalui kegiatan Pasanggiri Pencak Silat yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan kecamatan se-Kabupaten Karawang.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang melalui bidang kebudayaan tersebut diikuti sebanyak 280 peserta dari 30 kecamatan.

Ketua DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Karawang, Dian Kurnia, menjelaskan bahwa Pasanggiri merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para pesilat, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni budaya pencak silat tradisional.

"Alhamdulillah, pada kegiatan kali ini kami mendapatkan fasilitasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, khususnya bidang kebudayaan. Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun," ungkap Dian Kurnia.

Ia menjelaskan, Pasanggiri tahun ini mempertandingkan enam kategori dengan peserta yang berasal dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Adapun kategori yang diperlombakan meliputi tunggal putra, tunggal putri, rampak, serta kategori lainnya sesuai kelompok peserta yang telah ditentukan panitia.

Menurut Dian, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan selama satu hari, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Pasanggiri memiliki nilai strategis dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Terlebih, pencak silat telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Karena itu, generasi muda perlu terus diperkenalkan dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pelestarian seni bela diri tradisional tersebut.

"Kami berharap pencak silat tradisional tetap dilestarikan dan dikembangkan. Ini merupakan warisan budaya bangsa yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman," tuturnya.

Siapkan Perwakilan Karawang ke Ajang Tingkat Nasional

Selain menyelenggarakan Pasanggiri tingkat kabupaten, DPD PPSI Karawang juga mempersiapkan keikutsertaan dalam agenda Pasanggiri tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Pusat PPSI dan akan mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak hanya itu, pada tahun berikutnya, PPSI Karawang juga berharap dapat kembali berpartisipasi dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).

Dian mengungkapkan, Kabupaten Karawang memiliki catatan prestasi dalam ajang FORNAS. Pada penyelenggaraan sebelumnya, perwakilan Karawang berhasil menyumbangkan satu medali emas untuk kontingen Jawa Barat.

"Alhamdulillah, tahun kemarin Karawang berhasil menyumbangkan satu medali emas untuk Jawa Barat. Mudah-mudahan ke depan prestasi tersebut bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan," ujarnya.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh pihak terkait dapat terus berlanjut sehingga pembinaan pesilat dan pelestarian seni pencak silat tradisional di Kabupaten Karawang semakin berkembang.

Melalui kegiatan Pasanggiri, PPSI Karawang ingin memastikan bahwa pencak silat tidak sekadar menjadi seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya, pendidikan karakter, kedisiplinan, dan warisan leluhur yang terus diwariskan kepada generasi penerus.

Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga tradisi masa lalu, melainkan juga memastikan warisan leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah generasi masa depan.

Penulis : Arief Rachman